Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016
" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU, JANGAN LUPA KLIK LIKED ATAU DISUKAI, GAMBAR FACEBOOK DITENGAH HALAMAN MELAYANG, SEBENTAR LAGI AKAN MUNCUL "

Jumat, 24 Maret 2017

Perintah Orang Tapi Tidak Melakukan



Tafsir Qs. al-Baqarah (2) ayat 44

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ – البقرة : 44

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban)-mu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir? [QS. al-Baqarah/2: 44].


Orang disebut al-‘Aqil adalah orang yang menjaga dirinya dan menjauhkannya dari hawa nafsu. Akal adalah penentuan secara hati-hati di dalam segala urusan. Akal adalah qalbu dan qalbu adalah akal. Orang disebut berakal karena pemiliknya mengerti supaya tidak terjerumus dalam kehancuran atau dia menjaganya (dari kehancuran). Akal adalah pembeda antara manusia (insan) dan seluruh binatang atau makhluk hidup lainnya. Orang berakal adalah orang yang mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan tidak mengerjakan apa yang dilarang-Nya.


(أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ) 

Ata’muruunan naasa bil-birri wa tansauna anfusakum: Apakah kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan? sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban)-mu sendiri. Ini merupakan bentuk pertanyaan yang bernada keheranan, dan ada keanehan yang juga mengandung celaan.

Syaikh Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa pertanyaan ini ditujukan kepada para petinggi atau ulama Yahudi yang tidak mau ikut Rasulullah Muhammad SAW. Al-Qurthubi melanjutkan, Ibnu Abbas berkata: “dahulu sebagian orang Yahudi Madinah berkata kepada mertuanya, keluarganya, saudara susuannya yang sudah menjadi orang Islam; ‘tetap teruskan (konsistenlah) terhadap apa yang kamu anut dan apa yang diperintahkan oleh orang ini, yang mereka maksudkan adalah Nabi Muhammad SAW. Perintahnya adalah benar. Mereka memerintahkan seperti itu kepada orang-orang padahal mereka sendiri tidak melakukannya”.

Dan juga dari Ibnu Abbas: “para pendeta (Yahudi) memerintahkan kepada para pengikutnya untuk mengikuti Kitab Taurat, padahal mereka sendiri tidak melaksanakannya karena mereka mengingkari sifat Nabi Muhammad SAW”. Sementara itu, Ibnu Juraij mengatakan bahwa “para pendeta memerintahkan untuk taat kepada Allah, sementara mereka sendiri melakukan banyak kemaksiatan”. Sekelompok orang mengatakan: “para pendeta memerintahkan untuk bersedekah, tetapi mereka sendiri bakhil (kikir)”.

Selanjutnya, Syaikh Imam al-Qurthubi mengutip hadits berikut:

قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُولُونَ أَيْ فُلَانُ مَا شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَانَا عَنْ الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ وَأَنْهَاكُمْ عَنْ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ رَوَاهُ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ

Usamah berkata; aku mendengar Beliau (Rasulullah SAW) bersabda: pada hari kiamat akan dihadirkan seseorang yang kemudian dia dilempar ke dalam neraka, isi perutnya keluar dan terburai hingga dia berputar-putar bagaikan seekor keledai yang berputar-putar menarik mesin gilingnya. Maka penduduk neraka berkumpul mengelilinginya seraya berkata; ‘wahai fulan, apa yang terjadi denganmu? Bukankah kamu dahulu orang yang memerintahkan kami berbuat ma’ruf dan melarang kami berbuat munkar?’ Orang itu berkata; ‘aku memang memerintahkan kalian agar berbuat ma’ruf, tapi aku sendiri tidak melaksanakannya dan melarang kalian berbuat munkar, namun malah aku mengerjakannya’. Ghundar meriwayatkannya dari Syu’bah dari al-A’masy [HR. Bukhari No. 3027, Muslim No. 5305].

Hadits sahih di atas menunjukkan akibat atau azab bagi orang yang menyuruh orang lain berbuat baik padahal dirinya tidak melaksanakan. Selain itu, hadits berikut juga memiliki pesan yang sama:

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى قَوْمٍ تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِيضَ مِنْ نَارٍ قُلْتُ مَا هَؤُلَاءِ قَالَ هَؤُلَاءِ خُطَبَاءُ أُمَّتِكَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid bin Jud’an dari Anas berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Ketika malam isra’, aku melewati suatu kaum yang lidahnya dipotong dengan gunting dari api. Aku (Rasulullah SAW) bertanya, ‘kenapa mereka dihukum seperti itu?’ (Malaikat) berkata; ‘mereka adalah para ahli khutbah dari umatmu di dunia, mereka memerintahkan kebaikan pada orang-orang namun melupakan diri mereka sendiri padahal mereka membaca al-Qur’an. Mengapakah mereka tidak menggunakan akal sehatnya?’ [HR. Ahmad, No. 12391]. Al-Albani: Hadits Hasan


(بِالْبِرِّ) bil-birri: (mengerjakan) kebajikan. Al-birr adalah suatu kebajikan tingkat tinggi yang hampir menyamai derajat orang-orang muttaquun. Di dalam aurat al-Baqarah (2): 177 dijelaskan bahwa al-birr adalah sebagai berikut:

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ [البقرة: 177]

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, Nabi-Nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa (muttaquun)” [QS. al-Baqarah: 177].



Kalau di dalam ayat di atas itu al-birr disamakan dengan al-muttaquun, tetapi di lain tempat, seperti di surat ali-‘Imran (3): 133-135 ada tambahan lagi sifat-sifat dari orang-orang muttaquun.

(وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ) 

wa tansauna anfusakum: sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban)-mu sendiri. Dalam bahasa Arab, kata “lupa” tersebut mengandung arti “membiarkan” atau “lalai” tidak mengerjakan apa yang mereka perintahkan.

(وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ) 

wa antum tatluun al-kitaab: padahal kamu membaca al-Kitab (Taurat). Kata tatluuna (tilaawah) berarti membaca dan juga mengikuti. Kata ini bisa juga artinya meniru, menjadikan yang dibaca sebagai model atau contoh atas apa yang harus dilakukan, atau ringkasnya menjadikannya sebagai petunjuk.

Kata tilaawah dikhususkan untuk arti mengikuti petunjuk kitab-kitab Allah yang diturunkan. Kata ini terkadang dipakai untuk arti sekedar membaca, dan terkadang dipakai untuk menjadikannya sebagai aturan atau tuntunan atas apa yang ada di dalam kitab-kitab itu yang berupa perintah dan larangan, pemberian harapan atau ancaman.

Kata tilaawah lebih khusus daripada qira’ah. Setiap tilaawah adalah qira’ah, namun tidak semua kata qira’ah berarti tilaawah. Kita tidak bisa mengatakan saya bertilawah dan kita mengabaikan isi bacaannya atau bacaan itu tidak berkesan dan berakibat amal sesuai dengan yang kita baca.

(أَفَلَا تَعْقِلُونَ) 

afalaa ta’qiluun: Apakah kamu tidak faham? Apakah kamu tidak menggunakan akal? (العقل) Al-‘aqlu (akal) adalah kemampuan batin untuk membedakan mana yang benar dan yang salah, yang baik dan yang tidak baik atau yang menuruti hawa nafsu, mana yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat [Lihat. Aisar al-Tafaasiir]. Sementara, Imam al-Raaghib menyebut al-‘Aql adalah kekuatan yang siap untuk menerima ilmu, yaitu ilmu yang memberi manfaat kepada manusia dengan kekuatan akal tadi.

Di dalam kamus Lisaan al-‘Arab, al-‘aqlu (akal) adalah rasio dan kecerdasan. Lawan katanya adalah kebodohan. Orang disebut al-‘Aqil adalah orang yang menjaga dirinya dan menjauhkannya dari hawa nafsu. Akal adalah penentuan secara hati-hati di dalam segala urusan. Akal adalah qalbu dan qalbu adalah akal. Orang disebut berakal karena pemiliknya mengerti supaya tidak terjerumus dalam kehancuran atau dia menjaganya (dari kehancuran). Akal adalah pembeda antara manusia (insan) dan seluruh binatang atau makhluk hidup lainnya. Selanjutnya, ’aqul dan ’aqala berarti faham atau memahami.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di menyatakan bahwa akal itu memang dianugerahkan agar orang berpikir untuk kebaikan yang bermanfaat untuk dirinya dan menyadari apa yang tidak bermanfaat sehingga berusaha menjauhinya. Orang berakal adalah orang yang mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan orang yang tidak mengerjakan apa yang dilarang-Nya. Oleh karena itu, siapa yang memerintahkan orang lain berbuat kebajikan, tetapi dia sendiri tidak mengerjakannya, atau melarang orang lain berbuat yang tidak pantas atau perbuatan jelek lainnya padahal dia sendiri melakukannya, maka orang itu bisa dibilang tidak punya akal (ora duwe uteg: Jawa) atau berbuat kebodohan.

Ayat ini meskipun ditujukan kepada Bani Isra’il, tetapi juga berlaku untuk umum (semua manusia):

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3) – الصف: 2-3

“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? (2); Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan (3)” [QS. ash-Shaff: 2-3].

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka pelajaran yang dapat kita petik dari QS. al-Baqarah ayat 44 adalah bahwa ayat ini menunjukkan penilaian buruk terhadap orang yang memerintahkan orang lain untuk berbuat baik sementara dirinya sendiri tidak melakukannya. Wallahu a’lam.

Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



 
 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.blogspot.com #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :



ISTIDRAJ







adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Alloh..

Jadi ketika Alloh membiarkan kita

- Sengaja meninggalkan Shalat
- Sengaja meninggalkan puasa
- Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat
- Berat untuk bershadaqah
- Merasa bangga dengan apa yang dimiliki
- Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Alloh
- Menganggap enteng perintah-perintah Alloh
- Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat
- Tidak mau menuntut ilmu syar'i
- Lupa akan kematian

Tetapi Alloh tetap memberikan kita..

- Harta yang berlimpah
- Kesenangan terus menerus
- Dikagumi dan dipuja puji banyak orang
- Tidak pernah diberikan sakit
- Tidak pernah diberikan musibah
- Hidupnya aman aman saja

*HATI HATI* karena semuanya itu adalah *ISTIDRAJ*

Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Alloh pada hamba-Nya yang sengaja berpaling dari perintah -perintah Alloh..
Alloh menunda segala bentuk azab-Nya

Alloh membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia.. Alloh membuatnya lupa pada kematian..

*Jangan dulu merasa nyaman..tentram dengan hidup kita saat ini..seolah hidup kita penuh berkah dari Alloh..lihat diri kita

Bila semua kesenangan yang Alloh titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Alloh dan melupakan segala perintah perintah-Nya bersiaplah untuk menantikan konsekuensinya..
karena janji Alloh itu Maha Benar.

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ?anhu..
Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda..

Artinya : _?Apabila Anda melihat Alloh memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba sementara dia masih bergelimang dengan maksiat.  maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Alloh.?_

Kemudian Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam membaca firman Alloh

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Artinya : _?Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka.. Kami pun membukakan semua pintu:pintu kesenangan untuk mereka. sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. Kami siksa mereka dengan sekonyong konyong.. maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.?_
 (QS. Al-An?am: 44)

Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



 
 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.blogspot.com #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :



Rabu, 22 Maret 2017

42 HADIST TENTANG PERISTIWA AKHIR ZAMAN




Ini dipetik dari buku yang telah di susun oleh Abu Ali Al Banjari An Nadwi (Ahmad Fahmi Zamzam) untuk renungan kita bersama. Insya'allah dengan berkat keinsafan kita, dapat kita mengambil iktibar dengan kejadian masa kini, mudah-mudahan ia membawa petunjuk kepada orang-orang yang bertakwa


1. TAKWA DAN PERPADUAN DASAR KESELAMATAN DI AKHIR ZAMAN

artinya:
Dari Abi Nijih 'Irbadh bin Sariyah r.a. mengatakan, "Telah menyarankan kami oleh Rasulullah saw. akan satu nasihat yang menggetarkan hati kami dan meneteskan air mata kami ketika mendengarnya, lalu kami berkata, Ya Rasulullah! Seolah-olah ini adalah nasihat yang terakhir sekali maka berilah perintah kepada kami. "Lalu beliau bersabda," Aku berwasiat akan kamu supaya selalu bertakwa kepada Allah dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) sekalipun yang meminpin kamu itu hanya seorang hamba. Sesungguhnya orang yang panjang umurnya dari kamu pasti akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa Ar Rasyidin Al Mahdiyin (Khalifah-khalifah yang mengetahui kebenaran dan mendapat pimpinan ke jalan yang benar) dan gigitlah sunah-sunah itu dengan gigi geraham dan jauhilah hal-hal yang baru (bid'ah ) yang diada-adakan, karena sesungguhnya setiap bid'ah itu adalah sesat. "
H.R. Abu Daud dan Tirmizi
deskripsi
Hadis diatas mengandung pesan-pesan yang sangat berharga dari Rasulullah saw. bagi umatnya, terutama bila mereka berhadapan dengan zaman yang penuh dengan kacau balau dan perselisihan yaitu seperti zaman yang sedang kita hadapi sekarang ini. Jadi siapa yang ingin selamat maka hendaklah ia mengikuti bimbingan yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. dalam hadis, yaitu:

Pertama: Hendaklah ia menlazimi takwa kepada Allah dalam keadaan apapun dengan mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.
Kedua menaati perintah pihak yang mengelola urusan kaum muslimin meskipun seandainya mereka terdiri dari golongan hamba, selama mereka berpegang dengan Al Quran dan sunnah Nabi saw. dan sunnah-surmah kulafa Ar Rasyidin, karena patuh kepada penguasa yang memiliki sifat-sifat ini berarti patuh kepada Al Quran dan Hadis Nabi saw.
Ketiga: Berpegang teguh kepada sunnah Nabi saw. dan sunnah para kulafa Ar Rasyidin Al Mahdiyin (Abu Bakar, 0mar, Osman dan Ali ra) yang mana mereka telah mendapat petunjuk dari Allah Taala, yaitulah berpegang kepada paham dan praktek ahli sunnah waljamaah yang mana hanya penganut paham ini saja yang mendapat jaminan aman dari api neraka dan yang beruntung mendapatkan surga pada hari kiamat nanti.
Keempat: Menjauhi hal-hal bid'ah Dholalah, yaitu ada paham dan praktek yang ditambahkan ke agama Islam yang sempurna ini, pada hal tidak ada dalil atau asli dan contoh dari agama. Jika ada asli atau dalil, maka tidaklah hal-hal yang baru itu dikatakan bid'ah menurut pengertian syar'i (bukan bid'ah Dholalah) tetapi hanya dinamakan bid'ah menurut pengertian aksen atau bahasa saja (jaitulab bid'ah hasanah).

2. KENAPA DUNIA ISLAM MENJADI SASARAN PEMUSNAHAN

artinya:
Dari Ummul Mu'minin, Zainab binti Jahsy (isteri Rasulullah saw.), Beliau berkata, "(Pada suatu hari) Rasulullah saw. masuk ke dalam rumahnya dengan keadaan cernas sambil bersabda, La ilaha illallah, celaka (binasa) bagi bangsa Arab dari kejahatan (malapetaka) yang sudah hampir menimpa mereka. Pada hari ini telah terbuka dari dinding Ya'juj dan Ma'juj seperti ini ", dan Baginda menemukan ujung jari dan ujung jari yang sebe! Ahnya (jari telunjuk) yang dengan itu mengisyararkan seperti lingkaran. Saya (Zainab binti Jahsy) lalu bertanya: "Ya Rasulullah! Apakah kami akan binasa sedangkan dikalangan kami masih ada orangorang yang shaleh? "Lalu Nabi saw. bersabda "Ya, jikalau kejahatan sudah terlalu banyak".
H.R. Bukhari Muslimi
deskripsi
Hadis di atas menjelaskan bahwa apabila di suatu tempat atau negeri sudah terlarnpau banyak kejahatan, kemungkaran dan kefasikan, maka kebinasaan akan menimpa semua orang yang berada di tempat itu. Tidak hanya kepada orang jahat saja, tetapi orang-orang yang shaleh juga akan dibinasakan, meskipun masing-masing pada hari kiamat akan diperhitungkan berdasarkan praktek yang telah dilakukan.
Jadi, segala macam kemungkaran dan kefasikan harus segera dibubarkan dan segala kemaksiatan harus segera dimusnahkan, supaya tidak terjadi malapetaka yang bukan saja akan menimpa orang-orang yang melakukan kemungkaran dan kejahatan tersebut, tetapi itu menimpa semua penduduk yang berada di tempat itu.
Dalarn hadis di atas, meskipun disebutkan secara khusus tentang bangsa Arab tetapi yang dimaksudkan adalah seluruh bangsa yang ada di dunia ini. Tujuan disebutkan bangsa Arab secara khusus adalah karena Nabi kita saw. sendiri dari kalangan mereka, dan yang menerima Islam pada masa awal penyebarannya adalah sebagian besar dari kalangan bangsa Arab dan sedikit sekali dari bangsa yang lain. Begitu pula halnya dalam masalah yang terkait dengan maju-mundurnya Umat Islam adalah banyak tergantung pada maju-mundurnya bangsa Arab itu sendiri. Selain itu, bahasa resmi Islam adalah bahasa Arab.
Kemudian Ya'juj dan Ma'juj pula adalah dua bangsa (dari keturunan Nabi Adam as.) Yang dahulunya banyak membuat kerusakan di permukaan bumi ini, lalu batas daerah dan kediaman mereka ditutup oleh Zul Qarnain dan pengikut-pengikutnya dengan campuran besi dan tembaga, maka dengan itu mereka tidak dapat keluar, hingga hampir tibanya hari qiamat. Maka pada saat itu dinding yang kuat tadi akan hancur dan keluarlah kedua bangsa ini dari kediaman mereka lalu kembali membuat kerusakan dipermukaan bumi ini. Bila ini telah terjadi, ia menandakan bahwa hari kiamat sudah dekat sekali tibanya.

3. SELURUH DUNIA datang mengerumuni DUNIA ISLAM

artinya:
Dari Tsauban r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda; "Hampir tiba suata masa di mana bangsa-bangsa dun seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orangorang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka". Maka salah seorang sahabat bertanya "Apakah dari karena kami sedikit pada hari itu?" Nabi saw. menjawab, "Bahkan kanu pada hart itu banyak sekali, tetapi kano umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gerun terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit 'wahan"'.
Seorang sahabat bertanya, "Apakah wahan itu hai Rasulullah?" Nabi kita nenjawab, "Cinta pada dunia dan takut pada mati".
H.R. abu Daud
deskripsi
Memang benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Kondisi umat Islam pada hari ini, menggarnbarkan kebenaran apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Umat ​​Islam meskipun mereka mernpunyai jumlah yang banyak, yaitu 1.000 juta (1/5 penduduk dunia), tetapi mereka selalu diremehkan dan menjadi alat permainan bangsa-bangsa lain. Mereka ditindas, diinjak-injak, disakiti, dibunuh dan sebagainya. Bangsa-bangsa dari seluruh dunia walau pun berbeda-beda agama, mereka bersatu untuk melawan dan melumpuhkan kekuatannya.
Sebenarnya, segala kekalahan kaum Muslimin adalah bersumber dari dalam diri kaum muslimin itu sendiri, yaitu dari penyakit 'wahan "yang merupakan penyakit campuran dari dua unsur yang selalu ada dalarn bentuk kembar dua, yaitu" cinta dunia "dan' ttakut mati". Kedua penyakit ini tidak dapat dipisahkan. "Cinta dunia" berarti tamak, rakus, kikir danti dak ingin mendermakan harta di jalan Allah swt. Sementara "takut mati" pula berarti asyik dengan kehidupan dunia dan tidak membuat persiapan untuk menghadapi negeri akhirat dan tidak ada perasaan untuk berkorban dengan diri dan jiwa dalam memperjuangkan agarna Allah swt.
Kitaa berdoa agar Allah swt. menurunkan mushrahNya kepada kaurn muslimin dan memberikan kepada mereka sukses di dunia dan di akhirat.

4. ILMU AGAMA AKAN memudar

artinya:
Dari Abdullah bin Amr bin 'Ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Bahwasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka ketika sudah ditiadakan alim ulama, masyarakat akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka ketika pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain. "
H.R. Muslim
deskripsi
Sekarang ini alim-ulama sudah berkurang. Satu demi satu pergi meninggalkan kita. Kalau peribahasa Melayu mengatakan, "patah tumbuh, hilang berganti", peribahasa ini tidak tepat herlaku kepada alim ulama. Mereka patah payah tumbuh dan hilang payah berganti. Sampailah suatu saat nanti permukaan bumi ini akan kosong dari Ulama. Maka pada waktu itu sudah tidak berarti lagi hidup di dunia ini. Alam penuh dengan kesesatan. Manusia telah kehilangan nilai dan pegangan hidup. Scbenarnya, alim ulamalah yang memberikan makna dan arti pada kehidupan manusia di permukaan bumi ini. Maka apabila telah punah alim ulama, hilanglah segala sesuatu yang bernilai.
Di ahir-akhir ini kita telah melihat gejala-gejala yang menunjukkan dekatnya zaman yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. tadi. Di mana jumlah alim ulama hanya tinggal sedikit dan usaha untuk melahirkannya pula tidak mendapat perhatian yang layak. Pondok-pondok dan sekolah-sekolah agama kurang mendapat perhatian dari cerdik pandai. Mereka banyak mengutamakan pengajian-pengajian di bidang urusan keduniaan yang dapat meraih keuntungan harta benda dunia. Ini realita masyarakat kita di hari ini. Jadi, perlulah kita memikirkan hal ini dan mencari jalan untuk menyelesaikannya.

5. GOLONGAN ANTI HADITS

artinya:
Dari Miqdam bin Ma'dikariba r.a. berkata: Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Hampir tiba suatu masa di mana seorang pria yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidurnya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis dari hadisku maka ia berkata:" Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah (Al-Quran) saja. Apa yang di halalkan oleh al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan ". (Kemudian Nabi saw. Melanjutkan sabdanya, "Padahal apa yang dilarang oleh Rasulullah saw. Samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan oleh Allah swt."
H.R. abu Daud
deskripsi
Pria yang dimaksudkan di dalam hadits ini adalah seorang yang mengingkari kedudukan hadis sebagai sumber hukum yang kedua setelah al-Quran. Ia hanya percaya kepada alQuran saja. Baginya, hadis tidak perlu untuk dijadikan sumber hukum dan tempat rujukan. Golongan ini tidak diragukan lagi telah keluar dari ikatan Agama Islam dan pada kenyataannya seseorang itu tidak akan dapat memahani al-Quran jika tidak mengacu pada hadis Nabi saw .. AI-Quran banyak menjelaskan hal-hal yang besar dan garis panduan umum. Maka Hadislah yang berfungsi untuk menjelaskan isi dan konten serta kehendak ayat-ayatnya serta menguraikan dan menjelaskan yang musykil. Oieh karena itu, syariat tidak akan sempurna kalau hanya dengan al-Quran saja, tetapi harus disertai dengan hadis Nabi saw.

6. GOLONGAN YANG SENANTIASA MENANG

artinya:
Dari Mughirah bin Syu 'bah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Selalu di antara kamu ada orang yang sukses (dalam perjuangan mereka), sehingga sampailah suatu saat yang dikehendaki oleh Allah swt. Mereka selalu berhasil ".
H.R. Bukhari
deskripsi
Allah swt. telah membuat umat Islam ini umat yang terakhir sekali. Jadi Allah swt. berjanji akan memelihara kitabnya (al-Quran) dan memastikan lahirnya generasi demi generasi yang akan memikul tugas dakwah sampai tetap ada kaum mukminin dipermukaan bumi ini.
Kalau kita meneliti sejarah umat Islam mulai zaman awal penyebarannya sampai ke hari ini, kita akan menemukan bahwa umat Islam telah teruji sepanjang sejarah dengan tes yang berat-berat. Ujian itu berawal dari golongan musyrikin di Mekah dan munafiqin, Yahudi dan Nashrani di Madinah seterusnya gerakan riddah, Majusi yang berselimutkan Islam, golongan Bathiniyah, pengaruh filsafat dan pemikiran Yunani, serangan bangsa Moghul dan bangsa Tatar yang menghancurkan tamddun Baghdad pada pertengahan abad keenam Hijrah. Begitu pula halnya dengan penyembelihan beramairarnai terhadap kaum Muslimin ketika terjadinya kejatuhan pemerintah Islam di Andalus (Spanyol) dan seterusnya dihubungkan dengan pengaruh-pengaruh imperialis Barat terhadap dunia Islam, gerakan Zionis Yahudi dan missionary Nashrani yang memiliki alat dan fasilitas yang banyak dan seterusnya serangan disegi pemikiran dan kebudayaan dan sebagainya dan sebagainya Meskipun tes yang sangat dahsyat melanda umat Islam di sepanjang sejarah namun mereka masih ada dan masih memiliki identitas dan peran yang besar di dalam peta dunia di hari ini.
Meskipun di hari ini ada di kalangan umat Islam yang tidak peduli tentang agama mereka tetapi masih ada golongan yang bersungguh-sungguh untuk mempelajari agama dan memperjuangkannya. Walau pun banyak di kalangan umat Islam yang telah hancur moral dan akhlaknya tetapi masih ada lagi golongan yang berakhlak tinggi dan berpekerti luhur. Meskipun syi'ar-syi'ar Islam diinjak-injak di sebagian tempat tetapi di tempat lain syi'ar-syi'ar Islam masih lagi gagah dan teguh. Walau pun aktivis-aktivis Islam ditindas dan disiksa di suatu tempat tetapi di tempat lain mereka akan disanjung dan dihormati. Begitulah seterusnya umat Islam tidak akan lenyap dari permukaan bumi ini hingga sampai pada waktu yang dikehendaki oleh Allah swt. Maka pada saat itu Allah swt. akan mematikan semua orang-orang Islam dengan tiupan angin yang mematikan setiap jiwa yang beriman dan yang tinggal setelah itu hanyalah orang-orang yang jahat atau orang kafir, maka pada saat itulah akan terjadi hari kiamat

7. ISLAM KEMBALI DAGANG

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah saw, "Islam mulai tersebar dalam kondisi dagang (asing). Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang orang yang asing ".
H.R. Muslim
deskripsi
Islam mulai tersebar di Mekkah dengan kondisi yang sangat asing dan dagang. Sangat sedikit penganut dan pendukungnya kalau dibandingkan dengan penentangnya. Kemudian setelah itu Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia sehingga dianut oleh dua pertiga penduduk dunia. Kemudian Islam kembali asing dan dirasa ganjil dari pandangan dunia, bahkan pada pandangan orang Islam sendiri. Sebagian dari orang Islam merasa ganjil dan aneh bila melihat orang Islam yang iltizam (komitmen) dengan Islam dan mencoba mengamalkan tuntutan Islam yang sebenarnya. Seorang yang iltizam dengan Islam dipandang sepi oleh masyarakat dan terlalu susah untuk diterima sebagai individu yang sehat. Misalnya, kalau ada sesuatu program kemasyarakatan kemudian masuk waktu shalat, tiba-tiba ada seorang yang meminta diri untuk menunaikan sembahyang, maka tindakan ini dianggap tidak sopan dan kurang wajar. Sedangkan orang yang tidak shalat sambil bersenda-gurau ketika orang lain bersembahyang tidak dianggap sebagai perbuatan yang salah dan terkutuk.
Begitulah seterusnya nasib Islam di akhir zaman. Ia akan terasing dan tersisih dari masyarakat, bahkan tersisih dari pandangan orang Islam sendiri yang rnengaku sebagai umat Islam dan marah apabila dikatakan yang dia bukan orang Islam

8. BAHAYA KEMEWAHAN

artinya:
Dari Ali bin Abi Thalib r.a., "Bahwasanya kami sedang duduk bersama Rasulullah saw. di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus'ab bin Umair r.a. dan tidak ada di atas badannya kecuali hanya sehelai selendang yang bertampung dengan kulit. Tatkala Rasulullah saw.melihat kepadanya Baginda menangis dan meneteskan air mata karena mengenangkan kemewahan Mus'ab ketika berada di Mekkah dahulu (karena sangat dimanjakan oleh ibunya) dan karena memandang nasib Mus'ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang terpaksa meninggalkan segala harta benda dan kekayaan diMekkah). Kemudian Nabi Muhammad saw. bersabda, "Bagaimana keadaan kamu pada suatu saat nanti, pergi di waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi di malam hari dengan pakaian yang lain pula. Dan bila diangkatkan satu hidangan diletakan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghias) rumah kamu sebagaimana kamu memasang kelambu Ka'bah? ". Maka jawab sahabat, "Wahai Rasulullah, tentunya di waktu itu kami lebih baik dari di hari ini. Kami akan menberikan konsentrasi ke masalah ibadah saja dan tidak usah mencari rezeki ". Lalu Nabi saw. bersabda, "Tidak! Kondisi kamu di hari ini adalah lebih baik dari keadaan kamu di hari itu ".
H.R. Termizi
deskripsi
Dalam hadis ini Nabi kita Muhammad saw. menjelaskan bahwa umatnya pada suatu saat kelak akan mendapat kekayaan dan kelapangan dalam kehidupan. Pagi petang pakaian silih berganti. Hidangan makanan tak putus-putus. Rumah-rumah mereka megah dan dihias dengan bermacam-macam perhiasan. Dalam kondisi demikian kita juga mungkin akan berkata seperti perkataan sahabat. Di mana, kalau semuanya sudah ada, maka senanglah hendak membuat ibadat. Tapi Nabi kita Muhammad saw. mengatakan, "Kondisi serba kekurangan itu adalah lebih baik untuk kita", Artinya lebih memungkinkan kita untuk beribadah.
Kemewahan hidup banyak menujung seseorang dari berbuat ibadat kepada Allah swt., Sebagaimana yang terjadi di hari ini. Segala yang kita miliki kalaupun tidak melebihi kebutuhan, namun hal ini sudah cukup Tapi, bila dibanding dengan kehidupan para sahabat, kita jauh lebih mewah dari mereka, sedangkan ibadat kita sangat jauh ketinggalan. Kekayaan dan kemewahan yang ada, selalu menyibukkan kita dan menujung dari berbuat ibadah. Kita sibuk menghimpun harta dan juga sibuk menjaganya serta sibuk untuk rnenambah lebih banyak lagi. Tidak ubah seperti apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah saw., "Seandainya seorang anak Adam itu telah memiliki satu jurang emas, dia berhasrat untuk menemukan kesenjangan yang kedua, sampai ia dimasukkan ke dalam tanah (menemui kematian)".
Begitulah gambaran yang nyata terhadap kehaloban manusia dalam menghimpun harta kekayaan. Ia selalu mencari dan menambahkan, hingga ia menemui kematian Maka ketika itu, barulah ia sadar dirinya dengan seribu satu penyesalan. Tapi di saat itu sudah tidak berguna lagi penyesalan. Oieh itu janganlah kita lupa daratan dalam mencari harta kekayaan. Tidak peduli halal atau haram, yang penting dapat harta. Tidak kira waktu sembahyang, bahkan semua waktu digunakan untuk menimbun kekayaan. Biarlah kita mencari mata benda dunia pada batas-batas kebutuhan. Kalau berlebihan bolehlah digunakan untuk menolong orang lain yang kurang beruntung, suka menderma dan suka bersedekah, sebagai tabungan untuk hari akhirat kelak. Orang yang bijak adalah orang yang memiliki perhitungan untuk masa akhiratnya dan menjadikan dunia ini tempat bertanam dan akhirat tempat memetik buahnya.

9. UMAT ISLAM MEMUSNAHKAN ORANG ORANG YAHUDI

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Tidaklah akan terjadi kiamat, sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sampai kaum Yahudi itu bersembunyi di balik batu dan pohon kayu, lalu batu dan pohon kayu itu berkata, (Hai orang Islam, inilah orang Yahudi ada dibelakang saya. Kemarilah! l Dan bunuhlah ia! ", kecuali pohon gharqad (semacam pohon yang berduri), karena sesungguhnya pohon itu adalah dari pohon Yahudi (oleh sebab itulah ia melindunginya)".
H.R. Bukhari Muslim
deskripsi
Hadis ini memberikan harapan yang sangat besar kepada kaum Muslimin dan menjanjikan kemenangan mereka dalam memerangi orang-orang Yahudi. Jadi meskipun orang-orang Yahudi berencana dan berupaya untuk membunuh dan rnenyesatkan umat Islam, namun akhirnya kaum Yahudi akan binasa juga di dalam kepungan umat Islam. Umat ​​Islam akan membunuh dan menghapus semua kaum Yahudi yang ada di permukaan bumi ini dan umat Islam akan ditolong oleh makhluk-makhluk Allah yang lain, sesehingga batu dan pohon kayu pun akan memberi penolongan kepada mereka.

10. SIFAT AMANAH AKAN HILANG SEDIKIT DEMI SEDIKIT

artinya:
Dari Huzaifah bin AI-Yaman r.a. katanya, "Rasulullah saw. pernah memberitahu kami dua buah hadis (tentang dua kejadian yang akan terjadi). Yang pertama sudah saya lihat sedang yang kedua saya menanti-nantikannya. Rasulullah saw. memberitahu bahwasanya amanat itu turun ke dalam lubuk hati orang-orang tertentu. Kemudian turunlah al-Quran. Maka orang-orang itu lalu mengetahuinya melalui panduan al-Quran dan mengetahuinya melalui panduan as-Sunnah. Selanjutnya Rasulullah saw. menceritakan kepada kami tentang hilangnya amanah, Ialu beliau bersabda, "Seseorang itu tidur sekali tidur, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, kemudian tertinggallah bekasnya seperti bekas yang ringan saja. Kemudian ia tertidur pula, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, maka tinggallah bekasnya seperti lepuh di tangan (mengelembung di tangan dari bekas bekerja berat seperti menggunakan kapak atau cangkul). Jadi seperti bara api yang kau gillingkan dengan kaki mu, kemudian mengelembunglah itu dan engkau melihat ia meninggi, padahal tidak ada apa-apa ". Ketika Rasulullah saw. menceritakan hadis ini ia mengambil sebuah batu kecil (kerikil) Ialu menggilingkannya dengan kakinya.
"Kemudian berpagi-pagi (jadiIah) orang berjual beli, maka hampir saja tidak ada seorang juga pun yang suka menunaikan amanah, sampai dikatakan orang bahwasanya di kalangan Bani Fulan (di desa tertentu) itu ada seorang yang sangat baik memegang amanah, sangat terpercaya dan orang mengatakan, "Alangkah tekunnya dalam bekerja, alangkah indahnya pekerjaannya, alangkah pula cerdik otaknya. Padahal di dalam hatinya sudah tidak ada lagi keimanan sekali pun hanya seberat timbangan biji sawi. "
"Maka sesungguhnya telah sampai masanya saya pun tidak memperdulikan manakah di antara kamu semua yang saya hendak bermubaya'ah (berjualan). Jikalau ia seorang Islam, maka agamanyalah yang akan mengembalikan kepada ku (maksudnya agamanyalah yang dapat menahannya dari khianat). Dan jikalau ia seorang Nashrani atau Yahudi, maka pihak yang bertugaslah yang akan menggembalikannya kepada ku (maksudnya jika dia seorang Nashrani atau Yahudi maka orang yang memegang kekuasaan / pemerintahlah yang dapat menbantu aku untuk mendapatkan semua hak-hak ku darinya.) Ada pun pada hari ini maka saya tidak pernah berjualan dengan kamu semua kecuali dengan Fulan dan Fulan (orang-orang tertentu saja) ".
H.R. Bukhari Muslim
deskripsi
Hadis ini menunjukkan bahwa sifat amanah akan hilang secara bertahap dan jumlah kaum Muslimin, sehingga sampai suatu saat nanti orang yang dianggap baik untuk menjaga amanat pun telah khianat pula.
Begitulah gambaran masyarakat kita hari ini. Banyak dari kita terpedaya oleh seseorang yang pada zahirnya dapat memikul amanah, tetapi sebenarnya ia juga telah berselingkuh.

11. ORANG YANG BAIK BERKURANGAN SEDANG YANG JAHAT BERTAMBAH BANYAK

artinya:
Dari Aisyah r.a. berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga anak seseorang menjadi penyebab kemarahan (bagi orang tuanya) dan hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas) dan akan bertambah banyak orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik dan anak- anak menjadi berani melawan orang-orang tua dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik ".
H.R. Thabrani
deskripsi
Di antara tanda-tanda kiamat adalah:

Bila anak-anak merupakan penyebab kemarahan orang tuanya.
Bila hujan berkurang, cuaca menjadi panas dan udara telah tercemar.
Orang jahat bertambah banyak dan dorongan untuk membuat kejahatan sangat banyak.
Orang yang berbuat kebaikan sedikit dan tidak mendapatkan fasilitas yang layak.
Anak-anak sudah berani melawan orang tuanya.
Orang-orang yang jahat berani melawan orang-orang yang baik dan tidak segan terhadap mereka.Nampaknya corak masyarakat kita pada hari ini tidak banyak berbeda dari apa yang disebutkan oleh Rasulullah saw. Setiap hari kita melihat kebenaran dari apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw.
Kita berdoa, mudah-mudahan Allah swt. menyelamatkan kita dan anak cucu kita dari tergolong di kalangan mereka yang disebutkan tadi.

12. DIMANAKAH PUNCA KEBINASAAN SESEORANG

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Selagi akan datang suatu masa di mana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali bila ia lari membawanya dari suatu puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu lubang ke lubang yang lain. Maka ketika zaman itu telah terjadi, segala pencarian (pendapatan kehidupan) tidak dapat dicapai kecuali dengan hal yang menyangkut kemurkaan Allah swt. Maka apabila ini telah terjadi, kebinasaan seseorang adalah bersumber dari menepati kehendak istrinya dan anak-anaknya. Kalau ia tidak memiliki istri dan anak, maka kebinasaannya adalah bersumber dari menepati kehendak kedua orang tuanya. Dan jikalau orang tuanya sudah tidak ada lagi, maka kebinasaannya adalah bersumber dari menepati kehendak kaum kerabatnya (adik beradiknya sendiri) atau dari menepati kehendak tetangganya ". Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah saw., Apakah maksud perkataan engkau itu?" (Kebinasaan seseorang dari karena istrinya, atau anaknya, atau orang tuanya, atau keluarganya, atau tetangganya); Nabi saw. menjawab, "Mereka akan mencelanya dan mengaibkannya dengan kesempitan kehidupannya. Maka dari karena itu ia terpaksa melayan kehendak mereka dengan menceburkan dirinya dijurang-jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya ".
H.R. Baihaqi
deskripsi
Benar sekali sabdaan Rasulullah saw. ini. Banyak orang yang mengetahui hal-hal yang diharamkan dalam agama tetapi harus juga mereka menceburkan diri ke dalam lumpur kema'siatan untuk memperlakukan kehendak istri, anak, orang tuanya, keluarga ataupun tetangga mereka.

13. DUA GOLONGAN YANG AKAN MENJADI PENGHUNI NERAKA

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Ada dua golongan yang akan menjadi penghuni neraka yang belum aku melihat mereka. Pertama, golongan (penguasa) yang memiliki cemeti-cemeti bagaikan ekor Iembu yang digunakan untuk memukul orang. Kedua, perempuan yang berpakaian tapi telanjang, berlenggang lenggok waktu berjalan, mengayun-ayunkan bahu. Kepala mereka (sanggul di atas kepala mereka) bagaikan punuk (goh) unta yang miring. Kedua golongan ini tidak akan masuk surga dan tidak akan dapat mencium bau wanginya. Sesungguhnya bau wangi surga itu sudah tercium dari perjalanan yang sangat jauh darinya ".
H.R. Muslim
deskripsi
Kebenaran sabdaan Rasulullah saw. ini dapat kita lihat dari realitas masyarakat yang ada pada hari ini. Ada golongan yang suka memukul orang dengan cemeti tanpa interogasi, bertindak kepada manusia dengan hukum rimba. Dan banyak perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang. Maksudnya, kalau kita hendak katakan berpakaian pun bisa, karena masih ada secarik kain di atas tubuh, dan kalau kita hendak katakan bertelanjang pun bisa, karena walau pun berpakaian tetapi hanya dengan secarik kain saja, maka samalah dengan bertelanjang. Atau pun ia berdandan dengan pakaian yang sangat tipis sehingga menampakkan warna kulit dan mencorakkan bentuk aurat. Kemudian berjalan sambil mengayun-ayunkan badan dengan sanggul yang besar, seperti gob unta.
Kedua golongan ini tidak akan masuk ke dalam surga dan tidak akan dapat mencium bau wanginya, meskipun semerbak wanginya telah tercium dari jarak perjalanan selama 500 tahun sebelum sampai kepadanya.

14. ZAMAN DIMANA ORANG TAK PEDULIKAN DARI MANA MENDAPATKAN HARTA

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw, "Akan datang suatu zaman seseorang tidak memperdulikan dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal atau pun haram".
H.R. Muslim
deskripsi
Di zaman sekarang ini adalah zaman kehancuran rohani dan zaman materialisme, segala sesuatu adalah senilai dengan nilai properti. Manusia cakar mencakar untuk memperoleh sebanyak mungkin harta kekayaan. Mereka tidak memperdulikan dari mana datangnya harta yang diperoleh, apakah dari sumber yang halal atau dari sumber yang haram. Yang penting, harta dapat dikumpulkan sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kehendak nafsu atau pun untuk memperlakukan kehendak istri atau anak-anak mereka.

15. HARTA RIBA 'WUJUD DI MERATA TEMPAT

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang juga pun kecuali ia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau ia tidak memakan langsung, ia akan terkena juga debu-debunya ".
H.R. Ibnu Majah
deskripsi
Hadis sabdaan Rasulullah saw. ini sangat jelas di depan mata kita pada hari ini.

16. ORANG meminum khamar dan menamakannya bukan khamar

artinya:
Dari Abu Malik Al-Asy'ari r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya ada sebagian dari umat ku yang akan meminum Thamar dan mereka menamanya dengan nama yang lain (mereka meminum) sambil dialunkan dengan suara musik dan suara artis-artis. Allah swt. akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi (dengan gempa) dan Allah swt. akan merobah mereka menjadi kera atau babi ".
H.R. Ibnu Majah
deskripsi
Maksudnya, akan ada di kalangan orang Islam ini yang meminum khamar dan mereka mengatakan bahwa yang diminum itu bukanlah khamar. Ia hanyalah sejenis minuman yang dapat menyegarkan tubuh atau yang bisa menghilangkan dahaga. Mereka akan memberikan suatu nama untuk minuman ini yang menunjukkan bahwa ia bukan khamar, tapi sebenamya itu adalah khamar yang telah dilarang oleh syara '.
Kemudian, menjadi kelaziman pula, suasana mabuk itu akan disertai dengan alunan musik dan juga nyanyian artis-artis kenamaan.
Rasulullah saw. menjelaskan bahwa golongan ini akan ditimpa gempa bumi atau tubuh badan mereka diubah ke bentuk kera atau babi.
Sangat benar sabdaan Junjungan Besar Nabi saw. ini. Gempa bumi demi gempa bumi yang terjadi di beberapa tempat di dunia ini sebagai satu siksaan dari Allah swt. dan jikalau golongan ini belum sampai keperingkat diubah bentuk tubuh mereka menjadi kera dan babi tetapi perangai dan cara hidup mereka sudah banyak menyerupai perangai dan cara hidup kera dan babi.

17. SEDIKIT LELAKI DAN BANYAK PEREMPUAN

artinya:
Anas r.a. berkata, "Akan aku ceritakan kepada kamu sebuah hadis yang tidak ada orang lain yang akan menceritakannya setelah aku. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Di antara tanda kiamat adalah sedikit ilmu, banyak kebodohan, terjadi banyak perzinaan, banyak kaum perempuan dan sedikit kaum pria, sehingga nantinya seorang pria akan mengurus limapuluh orang perempuan."
H.R. Bukhari Muslim
deskripsi
Nabi kita saw. menjelaskan, bahwa diantara tanda dekatnya kiamat adalah sedikit ilmu agama, banyak ketidaktahuan, banyak terjadi perzinaan, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum perempuan.
Statistik penduduk dunia pada hari ini menunjukkan bahwa jumlah kaum perempuan lebih banyak dari jumlah kaum pria. Di beberapa negara ada rasio untuk jumlah setiap pria dibandingkan dengan sebelas wanita (1:11). Dan kalau kita meneliti di merata tempat, kita akan dapat menyimpulkan bahwa perempuan lebih banyak dari pria.
Menurut Imam Ibnu Hajar, sebab jumlah perempuan lebih banyak dari kaum pria adalah akibat dari perang yang terjadi, karena yang banyak terbunuh dalam peperangan adalah kaum pria, bukannya perempuan dan juga Allah swt. menghendaki kebanyakan yang lahir di dunia ini adalah perempuan dan sedikit sekali dari kalangan pria

18. HAMBA MENJADI TUAN DAN terbinanya BANYAK BANGUNAN YANG mencakar langit

artinya:
Dari Umar bin al-Khattab r.a. (Dalam sebuah hadis yang panjang), ............ kemudian Jibril bertanya kepada Rasululiah saw., "Maka beritakankepadamu ku tentang hari kiamat?". Lalu Nabi saw. menjawab, "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya". Maka Jibril lalu berkata, "Kalau begitu coba beritakankepadamu ku tanda-tandanya", maka Nabi saw. menjawab, "Bahwa hamba akan melahirkan tuannya dan engkau melihat orang berjalan tanpa sepatu dan orang yang bertelanjang lagi miskin yang hanya mengembala kambing itu berlomba-lomba untuk membuat bangunan".
H.R. Muslim
deskripsi
Di antara tanda kiamat ialah, bila hamba melahirkan tuannya. Maksudnya akan banyak jumlah hamba yang kemudian akan digauli oleh tuannya dan melahirkan anak. Maka anak ini adalah berpangkat ayahnya, yaitu sebagai tuan kepada ibunya sendiri. Ada juga sebagian yang memberikan pandangan, bahwa contoh ini alalah merupakan simbolis kepada suasana yang sudah terbalik, di mana hamba menguasai tuan, bukan sebaliknya. Jadi pemikiran manusia sudah terbalik, di mana yang baik dikatakan jahat dan yang sebenarnya jahat dikatakan baik.
Tanda kedua pula bilamana orang yang tidak bersepatu, orang miskin yang semestinya ia mendahulukan membeli sepatu dari yang lain, tiba-tiba ia telah mendirikan bangunan yang tinggi yang tentunya terpaksa berhutang dari orang lain. Ada pula yang menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah orang yang miskin pada akhir zaman akan menjadi kaya dengan mendadak sehingga yang pada waktu kemarin masih saja tidak bersepatu, tiba-tiba pada hari ini ia sudah dapat membuat bangunan yang indah-indah dan sangat mewah.

19. UMAT ISLAM MENGIKUTI LANGKAH-LANGKAH YAHUDI DAN NASRANI

artinya:
Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra. mengatakan, Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Kamu akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu akan mengikuti mereka." Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nashrani yang kau maksudkan? "Nabi saw. menjawab, "Siapa lagi kalau bukan mereka".
H.R. Muslim
deskripsi
Umat ​​Islam akan mengikuti jejak atau "carahidup" orang-orang Yahudi dan Nashrani, hingga dalam urusan yang kecil dan hal-hal yang tidak menasabah. Contohnya, jikalau orang Yahudi dan Nashrani masuk ke lubang biawak yang kotor dan sempit sekali pun, orang Islam akan terus mengikuti mereka.
Zaman sekarang ini kita dapat melihat kenyataan sabdaan Rasulullah saw. ini. Banyak orang Islam yang kehilangan pegangan di dalam kehidupan. Mereka banyak meniru "carahidup" Yahudi dan Nashrani apakah mereka sadar atau tidak. Banyak orang Islam yang telah terjebak dengan tipu daya Yahudi dan Nashrani dan banyak pula orang yang menjadi alat dan Stooges mereka.
Ya Allah! Selamatkanlah kami dari mereka.

20. PENYAKIT UMAT-UMAT DAHULU

artinya:
Dan pada Abu Hurairah r.a. katanya: Aku mendengar RasuIullah saw. bersabda, "Umat ku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pernah menimpa umat-umat sebelumnya". Sahabat bertanya, "Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?" Nabi saw. menjawab, "Penyakit-penyakit itu adalah (1) terlalu banyak menyenangkan, (2) terlalu mewah, (3) menghimpun harta sebanyak mungkin, (4) tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, (5) saling memarahi, (6) hasut menghasut sehingga jadi zalim menzalim ".
H.R. Hakim
deskripsi
Penyakit-penyakit yang disebutkan oleh Rasulullah saw. tadi telah banyak kita lihat di kalangan kaum muslimin di hari ini. Di sana sini kita melihat penyakit ini menyebar dan menjalar dalam masyarakat dengan ganasnya. Dunia Islam dilanda krisis rohani yang sangat tajam dan runcing. Dengan kekosongan rohani itulah mereka terpaksa mencari dan menimbun harta benda sebanyak-banyaknya untuk memuaskan hawa nafsu. Maka ketika hawa nafsu diperturutkan tentunya mereka terpaksa menggunakan segala macam cara dan tipu daya. Di saat itu, hilanglah nilai-nilai akhlak dan yang ada hanyalah kecurangan, khianat, hasud-menghasud dan sebagainya.
Marilah kita merenung maksud hadis ini, dan marilah kita bermuhasabah!

21. AHLI IBADAT YANG JAHIL DAN ULAMA YANG FASIQ

artinya:
Anas r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw., "Selagi akan ada di akhir zaman rahib yang jahil dan ulama yang fasik".
H.R. Ibnu Ady
deskripsi
Nabi saw. menjelaskan di akhir zaman nanti akan ada dua golongan ini. Ada orang jahil yang rajin beribadah dan ada pula orang aIim yang fasiq. Sebenarya setan telah berusaha sedapat mungkin untuk menyesatkan manusia. Oieh karena itu ia menggunakan beberapa cara yang berbeda kepada orangorang yang berbeda pula. Bagi sijahil, setan selalu menyuruhnya supaya rajin berbuat ibadat, karena ibadat orang yang jahil itu tidak sah dan tidak diterima di sisi Allah swt. Setan tidak ingin orang jahil itu rajin mengaji karena bila ia mengaji ia akan memperbaiki ibadahnya, maka ibadah tersebut akan diterima oleh Allah swt yang berarti kekalahan di pihak setan.
Begitu pula halnya dengan si Alim yang sudah banyak ilmunya. Setan akan menyuruhnya malas beribadah dengan mengemukakan bermacam-macam alasan, sehingga Si Alim ini meninggalkan kefardhuannya. Maka dengan itu ilmu yang ada di dalam dadanya tidak menguntungkan, bahkan akan menjadi musuh kepadanya pada hari kiamat nanti. Maka itu lah keberhasilan setan dalam usahanya.
Gejala yang sebegini rupa dapat dilihat di dalam masyarakat kita, di mana yang rajin beribadah ini adalah orang yang jahil dan yang mengabaikan hal-hal ibadah ini pula adalah terdiri dari orang yang memiliki ilmu pengetahuan.

22. ORANG YANG BERPEGANG DENGAN AGAMANYA SEPERTI MEMEGANG BARA API

artinya:
Anas r.a. bekata, Rasulullah saw. bersabda, "Akan datang kepada umat ku suatu zaman di mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara api".
H.R. Tirmizi
deskripsi
Yang dimaksudkan di sini adalah zaman yang sangat menantang sehingga siapapun yang hendak mengamalkan ajaran agamanya ia terpaksa menghadapi kesulitan dan tantangan yang sangat hebat. Kalau ia tidak bersungguh-sungguh, niscaya agamanya terlepas dari genggamannya. Ini adalah disebabkan suasana disekelilingnya tidak membantu untuk ia menunaikan kewajiban agamanya, bahkan apa yang ada disekelilingnya mendorong untuk membuat kemaksiatan dan hal-hal yang dapat meruntuhkan aqidah dan keimanan atau paling kurang menyebabkan kefasikan. lni juga berarti, orang Islam terjepit dalam melaksanakan tuntutan agamanya di samping tidak mendapat fasilitas.

23. GOLONGAN Ruwaibidhah

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda. "Lagi akan datang kepada manusia tahun-tahun yang tandus (kemarau panjang). Dan pada waktu itu orang yang berdusta dikatakan benar dan orang yang benar dikatakan berdusta. Orang khianat akan disuruh memegang amanah dan orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan yang berpeluang berbicara hanyalah golongan "Ruwaibidhah" ". Sahabat bertanya, "Apakah Ruwaibidhah itu hai Rasulullah?". Nabi saw. menjawab, "Orang yang kerdil dan sebenarnya hina dan tidak mengerti urusan orang banyak".
H.R. Ibnu Majah
deskripsi
Zaman yang disebutkan tadi adalah zaman ketandusan. Tandus di segi material dan juga tandus di segi pemikiran. Orang yang benar akan disisihkan dan orang yang khianat serta fasiq akan disanjung dan dibesar-besarkan.
Orang yang benar tidak diberikan kesempatan untuk berbicara. Yang berpeluang berbicara hanyalah pribadi-pribadi yang hina dan sebenarnya tidak tahu bagaimana untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

24. peperangan demi peperangan

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga melimpah ruah harta benda dan timbul fitnah (kepada keimanan) dan banyak terjadi 'al-Harj'". Sahabat bertanya, "Apakah al-Hajr itu hai Rasulallah"? Nabi saw. menjawab, "Peperangan demi peperangan demi peperangan".
H.R. Ibnu Majah
deskripsi
Realitas dunia hari ini membuktikan kebenaan sabda junjungan kita Nabi saw. Harta benda melimpah ruah. Banyak alat-alat modern yang diproduksi oleh teknologi Barat dan Timur sehingga bertambah banyak alat dan kebutuhan hidup. Maka oleh karena itu banyak orang yang berlomba-lomba untuk meraup keuntungan dalam membuat dan memperdagangkan alat-alat tersebut. Dan oleh karena masing-masing tamak dan rakus maka terjadilah perebutan yang mengakibatberlakunya peperangan demi peperangan. Dari waktu ke waktu peperangan berkobar dengan tiada henti-hentinya. Hapus di suatu tempat menyala pula ditempat yang lain. Satu sama lain saling cakar mencakari. Semakin maju teknologi, semakin tersiksa manusia karenanya. Sebenarnya teknologi tidaklah bertentangan dengan Islam, tetapi harus tunduk kepada etika kemanusiaan yang didukung oleh Islam itu sendiri. Sedangkan teknologi yang disponsori oleh dunia barat hari ini didasarkan pada kepentingan pribadi dan mengikuti telunjuk nafsu yang rakus sehingga teknologi itu digunakan untuk menghancurkan nilai-nilai kemanusian itu sendiri.
Tampaknya, begitulah kondisi yang terjadi dari umur dunia ini, hingga sampailah ketitik akhirnya, yaitu kiamat.

25. MASA AKAN MENJADI SINGKAT

artinya:
Dari Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda; "Tidak akan terjadi kiamat sehingga waktu menjadi singkat maka setahun dirasakan seperti sebulan dan sebulan dirasakan seperti seminggu dan seminggu dirasakan seperti sehari dan sehari dirasakan seperti satu jam dan satu jam dirasakan seperti satu petikan api".
H.R.Termizi
deskripsi
Waktu akan berlalu begitu cepat. Belum sempat berbuat sesuatu, tiba-tiba waktu sudah terlalu larut, sehingga banyak hal yang belum terselesaikan. Kita seakan-akan sibuk, tetapi kita tidak mengerti apa yang disibukkan. Kita diburu waktu dan itu berlalu tanpa ada hal yang dapat kita selesaikan. Inilah yang dimaksudkan dengan singkatnya waktu.
Menurut Irnam al-Karmani, yang dimaksudkan dengan singkatnya masa ini ialah dicabut keberkatan darinya. Mcmang benar apa yang dikatakan oleh Imam al-Karmani itu, sebelumnya kita merasakan dalam sehari banyak hal yang dapat kita laksanakan, tetapi sekarang dalam sehari yang sama hanya sedikit hal-hal yang dapat kita laksanakan. Ini adalah pertanda dekatnya kiamat.

26. MUNCULNYA GALIAN-GALIAN BUMI

artinya:
Dari Ibnu Omar r.a. berkata: "Pada suatu saat dibawa ke hadapan Rasulullah saw. sepotong emas. Dan emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dikutip. Emas itu telah dibawa oleh Bani Sulaim dari tempat tambang (galian) mereka. Maka sahabat berkata: "Hai RasuIullah! Emas ini adalah hasil dari galian kita ". Lalu Nabi saw. menjawab, "Nanti kamu akan menemukan banyak galian-galian, dan yang akan mengelolanya adalah orang-orang yang jahat".
H.R.Baihaqi
deskripsi
Tepat sekali apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. sejak limabelas abad yang lalu. Hari ini dunia Islam sangat kaya dengan mineral bumi, seperti emas, perak, timah, bensin dan lain-lain, tetapi yang mengelola dan yang menguasainya adalah orang-orang yang bukan Islam. Ini adalah suatu realitas yang sangat jelas di mata kita dan merupakan salah satu di antara pertanda dekatnya hari kiamat.

27. TANAH ARAB YANG TANDUS MENJADI LEMBAH YANG SUBUR

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah saw .; "Tidak akan terjadi kiamat sampai Tanah Arab (yang tandus itu) menjadi lembah yang subur dan dialiri sungai-sungai".
H.R.Muslim
deskripsi
Sekarang kita telab mulai menyaksikan kebenaran sabdaan junjungan kita ini. Kita banyak melihat tanah Arab yang dahulunya tandus dan kering kerontang tetapi sekarang telah mulai menghijau dan ditumbuhi rumput-rumput dan pohon-pohon kayu. Misalnya, Padang Arafah yang ada di Mekkah yang sebelumnya hanya dikenal sebagai padang yang tandus dan tidak ada pohon kayu. Sekarang ini Arafah dipenuhi pohon-pohon kayu, sehingga tampak menghijau dan kita dapat berteduh di bawah naungannya.
Kondisi ini bahkan menyejukkan mata memandang namun ia mengurangi gambaran suasana padang Mahsyar, tempat berhimpunnya seluruh makhluk pada hari kiamat nanti yang merupakan tujuan utama dan pelajaran penting yang diambil dari suasana wukuf jamaah haji di Padang Arafah pada setiap 9 Zulhijjah tahun Hijriyah.

28. UJIAN DAHSYAT TERHADAP IMAN

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda; "Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian pada waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau (Syak Perawi Hadits) seseorang yang masih beriman di waktu sore, kemudian pada esok harinya, dia sudah menjadi kafir. Ia telah menjual agamanya dengan sedikit dari mata benda dunia.
H.R.Muslim
deskripsi
Hadis ini menjelaskan kepada kita betapa dahsyat dan hebatnya ujiaan terhadap iman seseorang diakhir zaman. Seseorang yang beriman di pagi hari, tiba-tiba dia menjadi kafir diwaktu petang. Begitu pula dengan seseorang yang masih beriman di waktu sore, tiba-tiba pada esok paginya telah menjadi kafir. Begitu cepat dan cepat perubahan yang terjadi. Iman yang begitu mahal bisa gugur di dalam godaan satu malam atau satu hari saja, sehingga banyak orang yang menggadaikan imannya karena hanya akan mendapatkan sedikit dari harta benda dunia. Dunia lebih dicintai di sisi mereka dari iman. Dan menurut riwayat Ibnu Majah, ia menambahkan, "kecuali orang yang hatinya dihidupkan Allah swt. dengan ilmu ".
Mudah-mudahan Allah swt. membuat kita di antara orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya, sehingga dengan itu Allah Swt. akan menyelamatkan iman kita dari tes yang dahsyat ini.

29. KELEBIHAN IBADAT DISAAT-SAAT HURU HARA

artinya:
Dari Ma'qil bin Yasar ra. berkata Rasulullah bersabda: "beribadah di saat-saat huru hara (dunia kacau balau) adalah seperti berhijrah kepadaku".
H.R.Muslim
deskripsi
Orang yang mampu beribadah dan menunaikan kewajiban agamanya di saat-saat yang penuh dengan huru hara dan gangguan dari segenap penjuru, dan mampu mengingat Allah swt. di saat-saat orang lain lupa dan di sibukkan dengan hal-hal yang melalaikan. Mereka akan diberikan pahala seperti pahala hijrah yang telah dilakukan oleh kaum Muhajirin di zaman Rasulullah saw.
Mudah-mudahan kita termasuk di antara mereka yang mampu beribadat meskipun di dalam situasi dan suasana yang sangat menyibukkan, dan mudah-mudahan kita mendapatkan pahala besar yang telah dijanjikan oleh Rasulullah saw. tadi.

30. PEPERANGAN DI KAWASAN Sungai Furat (Irak) KARENA MEREBUT KEKAYAAN

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda; 'Tidak terjadi hari kiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates yaitu sebuah sungai yang ada di lraq) menjadi surut airnya sehingga melihat sebuah gunung dari emas. Banyak orang yang berperang untuk merebutkannya. Maka terbunuh sembilan puluh sembilan dari seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata, "mudah-mudahan akulah orang yang selamat itu". Di dalam riwayat lain disebutkan; "Sudah dekat suata masa di mana sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu ternampak perbendaharaan dari emas, maka barangsiapa yang hadhir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun dari harta itu".
H.R.Bukhari Muslim
deskripsi
Hadis ini jelas sekali menerangkan bahwa di daerah Irak dan disekitarnya akan berkobar perang yang bersumber dari merebutkan kekayaan yang ada di sana dan banyak yang tewas dan masing-masing pihak bercita-cita seandainya merekalah yang selamat.

31. Ketiadaan IMAM UNTUK SEMBAHYANG BERJEMAAH

artinya:
Dari Salamah binti al-Hurr r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda; "Lagi akan datang suatu zaman, orang-orang berdiri tegak beberapa waktu. Mereka tidak dapat memulai shalat berjamaah karena tidak mendapatkan orang yang bisa menjadi imam ".
H.R.Ibnu Majah
deskripsi
Walau pun secara pasti pada hari ini kita belum lagi sampai ke tingkat apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. tadi, namun masyarakat kita sekarang ini sudah menuju ke sana. Banyak desa-karnpung yang tidak memiliki Tok Imam yang benar-benar mampu melaksanakan peran Imam yang nyata. Kelihatannya, masyarakat kita kekurangan kepada ilmu-ilmu syari'at. Mereka yang berilmu pula banyak yang tidak menghadiri shalat berjamaah, maka tinggallah orang-orang yang jahil. Maka ketika hal ini berkepanjangan, pasti pada suatu hari nanti akan sampai juga ke tingkat kondisi yang telah dinyatakan oleh Rasulullah saw. tadi.

32. ULAMA TIDAK DIPEDULIKAN

artinya:
Dari Sahl bin Saad as-Saaidi r.a. berkata: Rasulullah s.a.w bersabda; 'Ya Allah! Jangan kau temukan aku dan mudah-mudahan kamu (sahabat) tidak bertemu dengan suatu masa di mana para ulama sudah tidak diikut lagi, dan orang yang penyantun sudah tidak disegani lagi. Hati mereka seperti hati orang Ajam (pada fasiqnya), lidah mereka seperti lidah orang Arab (pada fasihnya). ".
H.R Ahmad
deskripsi
Mungkin zaman sekarang ini sudah mendekati keadaan yang telah digambarkan oleh Rasulullah saw. ini. Masyarakat sudah agak jauh dari para ulama. Mereka takut mendekati para ulama, karena khawatir perbuatan mereka akan ditegur. Orang tidak segan lagi membuat maksiat walau pun di hadapan orang yang tinggi akhlaknya. Terkadang, sengaja hal maksiat itu dilakukan di hadapan para Ulama untuk menyatakan rasa ego dan sekaligus untuk menyinggung perasaan mereka. Golongan ini juga pandai berbicara dan sering mendistorsi kenyataan. Percakapan mereka begitu halus dan memikat orang lain pada hal hati mereka adalah hati harimau yang siap untuk menerkam dan memangsa musuhnya.

33. ISLAM NAMA SAJA

artinya:
Dari Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: Telah bersabda Rasulullah saw .; "Sudah hampir sampai suatu masa di mana tidak tinggal lagi dari Islam ini kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal dari Al-Quran itu kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka megah, tetapi kosong dari hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Dari mereka berpunca fitnah, dan kepada mereka fitnah ini akan kembali ".
H.R al-Baihaqi
deskripsi
Kalau kita perhatikan dunia Islam pada hari ini, keadaannya tidak begitu jauh dari gambaran yang telah dinyatakan oleh Rasulullah saw. ini. Kalau belum sampai pun, sudah mendekati ke sana. Ulama yang dimaksudkan dalam hadis ini adalah ulama su 'yang menjual agama mereka dengan mata benda dunia, bukan ulama akhirat yang mewarisi tugas para nabi dan yang melanjutkan penyebaran dakwah dari waktu ke waktu.

34. AL QURAN AKAN HILANG DAN ILMU AKAN DIANGKAT

artinya:
Dari Huzaifah bin al-Yaman r.a. berkata: Rasulullah s.a.w bersabda; "Islam akan luntur (lusuh) seperti lusuhnya pola (warna-warni) pakaian (bila ia telah lama dipakai), sehingga (sampai suatu saat nanti) orang sudah tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan puasa, dan apa yang dimaksud dengan sembahyang dan apa yang dimaksudkan dengan nusuk (ibadah) dan apa yang dimaksudkan dengan sedekah. Dan al-Quran akan dihilangkan seluruhnya pada suatu malam saja, maka (pada esok harinya) tidak tinggal dipermukaan bumi darinya walau pun hanya satu ayat. Maka yang tinggal hanya beberapa kelompok dari manusia, diantaranya orang-orang tua, laki-laki dan perempuan. Mereka hanya mampu berkata, "Kami sempat menemui nenek moyang kami mengatakan kalimat" La ilaha illallah ", lalu kami pun mengatakannya juga". Maka berkata Shilah (perawi hadis dari Huzaifah), "Apa yang dapat dilakukan oleh La ilaha illallah (apa gunanya La ilaha illallah) terhadap mereka, sedangkan mereka sudah tidak memahami apa yang dimaksud dengan shalat, puasa, nusuk, dan sedekah"? Maka Huzaifah memalingkan muka darinya (Shilah yang bertanya). Kemudian Shilah mengulangi pertanyaan itu tiga kali. Maka Huzaifah memalingkan mukanya pada setiap kali pertanyaan Shilah itu. Kemudian Shilah bertanya lagi sehingga akhirnya Huzaifah menjawab, "Kalimat itu dapat menyelamatkan mereka dari api neraka" (Huzaifah mengatakan jawaban itu tiga kali).
H.R Ibnu Majah

35. LIMA BELAS MAKSIAT YANG AKAN MENURUNKAN BALA

artinya:
Dari Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah saw. Bersabda: "Apabila umat ku telah membuat lima belas hal, maka bala pasti akan turun kepada mereka yaitu:
1. Apabila harta negara hanya beredar pada orang-orang tertentu.
2. Apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan.
3. Zakat dijadikan utang.
4. Suami memperturutkan kehendak istri.
5. Anak durhaka terhadap ibunya,
6. Sedangkan ia berbaik-baik dengan temannya.
7. Ia suka menjauhkan diri dari ayahnya.
8. Suara sudah ditinggikan di dalam masjid.
9. Yang menjadi ketua satu kaum adalah orang yang terhina di antara mereka.
10. Seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya.
11. Khamar (arak) sudah diminum di merata tempat.
12. Kain sutera banyak dipakai (oleh kaum pria).
13. Para artis-artis disanjung-sanjung.
14. Musik banyak dimainkan.
15. Generasi akhir umat ini melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat).
Maka pada saat itu harus mereka menanti angin merah atau gempa bumi atau pun mereka akan dirobah menjadi makhluk lain ".
H.R Termizi
deskripsi
Dunia pada hari ini telah membuat segala apa yang disabdakan Rasulullah saw. ini, cuma mungkin belum sampai ke tahap akhir.

36. LIMA MAKSIAT YANG DISEGERAKAN BALASANNYA

artinya:
Dari Ibnu Omar r.a. berkata: Berhadap Rasulullah saw. kepada kami (pada suatu hari) kemudian beliau bersabda; "Wahai kaum Muhajirin, lima hal kalau kamu telah dibalakan dengannya (kalau kamu telah mengerjakannya), maka tidak ada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah swt., Semoga kamu tidak menemui masa itu. Hal-hal itu adalah:
1. Tidak ada terzahir (nampak) perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus terang melakukannya, kecuali mereka akan ditimpa penyakit tha'un yang cepat menyebar di kalangan mereka, dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang telah lalu .
2. Dan tiada mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan dibalakan dengan kekeringan dan susah mencari rezeki dan kezaliman dari kalangan pepimpin mereka.
3. Dan tidak menahan mereka akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau ada binatang (yang juga hidup diatas permukaan bumi ini) tentunya mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah swt.
4. Dan tiada mereka default akan janji Allah dan Rasulnya kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh mereka, maka musuh itu merampas sebagian dari apa yang ada di tangan mereka.
5. Dan apabila pemimpin-pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam al-Quran dan tidak ingin menjadikannya sebagai pilihan, maka (di saat ini) Allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri ".
H.R Ibnu Majah
deskripsi
Hadis di atas menerangkan bahwa:
1. Penyakit thaun dan Aids adalah bersumber dari banyak terjadi perzinaan.
2. Kesulitan mencari rezeki dan kezaliman pimpinan adalah bersumber dari rakyat yang mengurangi takaran dan timbangan.
3. Kemarau panjang adalah bersumber dari tidak megeluarkan zakat.
4. Kemampuan musuh mengambil sebagian dari apa yang dimiliki oleh kaum Muslimin (sepeti hilangnya Tanah Pelastin dari tangan kaum Muslimin) adalah berasal dari mereka mengkhianati janji-ianji mereka kepada Allah swt.
5. Perang saudara yang terjadi di kalangan kaum Muslimin adalab bersumber dari mengenyampingkan hukumhukum Allah swt. dan tidak ingin menjadikan Al-Quran sebagai hukum di dalam kehidupan.

37. KAPAN AKAN TERJADI KEHANCURAN

artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Pada suatu waktu ketika Nabi saw. sedang berada dalam suatu acara dan sedang bercakap-cakap dengan orang yang hadir, tiba-tiba datang seorang A'rabi (Arab Badui) dan terus bertanya kepada Rasulullah saw., "Kapan akan terjadi hari kiamat?". Maka Nabi saw. pun melanjutkan pembicaraannya. Maka sebagian yang hadir berkata, "Dia (Nabi) mendengar apa yang ditanyakan, tetapi pertanyaan itu tidak disukainya". Sementara yang lain pula berkata, "Bahkan dia tidak mendengar pertanyaan itu". Sehingga ketika Nabi saw. selesai dari pembicaraannya beliau bersabda, "Di mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Lalu Arab Badui itu menyahut, "Ya! Saya hai Rasulullah ". Maka Nabi saw. bersabda, "Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari kiamat". Arab Badui ini bertanya pula, "Apa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan amanah itu"? Nabi saw. menjawab, "Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kedatangan hari kiamat".


H.R Bukhari
deskripsi
Pada hari ini banyak urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, sedangkan orang yang layak untuk menjalankan urusan tersebut tidak diberi kesempatan yang tepat. Ini berarti saat kehancuran akan segera terjadi.

38. BERMEGAH-MEGAH DENGAN MASJID

artinya:
Dari Anas bin Malik r.a. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak terjadi (terjadi) hari kiamat sehingga umat ku bermegah-megah (dengan bangunan) masjid".
H.R Abu Daud
deskripsi
Di antara tanda dekatnya hari kiamat, adalah umat Islam bangga dan bermegah-megah dengan masjid yang mereka bina. Masing-masing negara bangga dan merasa megah dengan bangunan masjid. Perhatian mereka hanya kepada keindahan masjid saja, tidak kepada pengisian masjid dengan ibadah dan shalat berjamaah. Banyak masjid-masjid yang indah, besar dan cantik, tetapi yang datang bersembahyang di dalamnya hanya segelintir manusia saja.

39. menggadaikan AGAMA KARENA DUNIA

artinya:
Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. hersabda; "Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang terbuat dari kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapatkan simpati masyarakat, dan percakapan mereka lebih manis dari gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala (memiliki tujuan-tujuan yang jahat). Allah swt. Berfirman kepada mereka, "Apakah kamu tertipu dengan kelembutan Ku ?, Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepada Ku ?. Demi kebesaran Ku, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendikiawan) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu) ".
H.R Termizi
deskripsi
Golongan yang dimaksudkan di dalam Hadis ini adalah orang orang yang menjadikan agama sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan dunia. Mereka rela menggadaikan agama untuk meraih keuntungan dunia. Dan apabila bertentangan kepentingan dunia dengan hukum syarak mereka berani mengubah hukum Allah dan memutarbalikkan kenyataan. Mereka juga pandai mengemukakan argumen yang menarik dan alasanalasan yang memikat hati, tetapi sebenarnya argumen dan alasan tersebut hanya sernata-mata timbul dari kelicinan mereka mendistorsi kenyataan. Mereka menipu orang lain dan juga menipu diri mereka sendiri.
Mereka akan dilanda kekacauan pikiran yang sangat tajam sehingga orang alim yang banyak pengalaman pun akan kehabisan akal dan buah pikiran. Mereka menghadapi masalah-masalah yang meruncing dan akan menemui jalan buntu dalam permasalahan yang dihadapi.

40. GOLONGAN YANG SELAMAT

artinya:
Dari 'Auf bin Malik r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda; "Umat Yahudi telah terpecah-belah menjadi tujuh puluh satu golongan, maka hanya satu golongan saja yang masuk surga dan yang tujuh puluh lagi akan masuk neraka. Umat ​​Nasrani terpecah-belah menjadi tujuh puIuh dua golongan, maka tujuh puluh satu golongan masuk neraka dan hanya satu golongan saja yang masuk surga. Demi Tuhan yang diri ku di dalam kekuasaannya, umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, hanya satu golongan saja yang masuk surga dan tujuh puluh dua lagi akan masuk neraka. Sahabat bertanya, mana yang aman "? Nabi saw. menjawab, "Mereka adalah jamaah". (Golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah).
H.R Ibnu Majah
deskripsi
Yang di maksud dengan jamaah yang selamat ini adalah golongan yang tetap berpegang teguh dengan al-Quran dan as-Sunnah dan juga dengan pendirian sahabat-sababat dan salafus-shaleh, atan pun yang diistilahkan oleh para ulama dengan golongan "Ahlus Sunnah wal Jamaah". Selain dari golongan ini adalah sesat dan akan menjadi penghuni neraka.

41. LAHIRNYA IMAM MAHADI

artinya:
Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Dunia tidak akan hilang (kiamat) hingga bangsa Arab akan dikuasai oleh seorang pria dari keluarga ku (keturunan ku) yang namanya sama dengan namaku".
H.R Termizi
deskripsi
Hadis ini menjelaskan kepada kita bahwasanya dunia ini tidak akan kiamat sampai bangsa Arab dan juga bangsa Ajam dikuasai oleh seorang pria keturunan Rasulullah saw., Yaitu Imam Mahdi. Ia akan melaksanakan keadilan di permukaan bumi ini dan akan diikuti oleh seluruh kaum muslimin. Ia akan memerintah selama tujuh tahun. Kemudian keluarlah Dajal dan turun pula Nabi Isa 'alaihis salam, dan Nabi Isalah yang akan membunuh Dajjal itu.
Menurut kebanyakan ulama, Imam Mahdi akan lahir disaat umat Islam terpecah-belah dan dimasa pemerintahannya semua umat Islam akan bersatu dan berhasil menundukkan seluruh bangsa yang ada di dunia ini dbawah kekuasaan Islam.

42. SEPULUH TANDA-TANDA KIAMAT YANG BESAR

artinya:
Dari Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: "Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: "Apa yang kamu perbincangkan?". Kami menjawab: "Kami sedang berbincang tentang hari kiamat". Lalu Nabi saw. bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya". Kemudian beliau menyebutkannya: "Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya'juj dan Ma'juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menujuu manusia ke Padang Mahsyar mereka ".
H.R Muslimi
deskripsi
Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:
1. Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti flu di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.
2. Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan mempengaruhi keimanan, sehingga banyak orang yang akan terpedaya dengan seruannya.
3. Binatang besar yang keluar dekat Bukit Shafa di Mekah yang akan berbicara bahwa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.
4. Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat dari orang yang berdosa.
5. Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristen dan dia juga yang akan membunuh Dajjal.
6. Keluarnya bangsa Ya'juj dan Ma'juj yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, yaitu ketika mereka berhasil menghancurkan dinding yang terbuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.
7. Gempa bumi di Timur.
8. Gempa bumi di Barat.
9. Gempa bumi di Semenanjung Arab.
10. Api besar yang akan menujuu manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan berawal dari arah negeri Yaman.
Menurut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari ia mengatakan: "Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahwa keluarnya Dajjal adalah yang mendahului segala pertanda-pertanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang terjadi dipermukaan bumi ini. Kondisi itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah pembelian turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah awal tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusak sistem alam semesta yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa kiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya ".

Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



 
 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.blogspot.com #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :